Ceritanya dimulai di Phnom Penh, di mana Loung muda tinggal dengan nyaman dengan keluarga kelas menengahnya, yang setia kepada pemerintah yang berkuasa. Ayahnya adalah seorang kapten di kepolisian militer. Film ini apik, bercerita dari sudut pândang seorang anak korban kekerasan dan perang. Hampir di semua adegan benar-benar menggambarkan apa yang dipahami oleh seorang anak. Loung kecil dan keluarganya dipaksa untuk meninggalkan rumahnya di ibu kota. Dari sini kisah kelam dimulai. Dia mengetahui bahwa dia akan bekerja dalam pelayanan Angkar (nama untuk kepemimpinan Khmer Merah); menyerahkan barang pribadi (barang asing, khususnya, dipandang sebagai simbol imperialis); dan dipisahkan sedikit demi sedikit dari orang tuanya dan saudara kandungnya.Dikutip dari nytimes.com, film ini terinspirasi dari masa kecil Loung Ung pada masa kekuasaan Khmer Merah yang menguasai Phnom Penh saat ia berusia 5 tahun. Yup.. film ini dibuat berdasarkan buku karya aktivis HAM ini. Loung merupakan sa...