Menelusuri Komunitas Gay dan Lesbi di Kota Mataram Chapter I Aku Terjebak Jam tangan saya masih menunjukkan pukul 01.15 Wita, matahari terasa sangat menyengat. Jalan Pemuda masih sangat padat, hampir di setiap gerbang sekolah yang berderet di sepanjang jalan utama ini penuh oleh kerumunan siswa yang jadwal pulang sekolahnya hampir bersamaan. “Ayo bro… orangnya udah siap diajak ngobrol,” isi whatsapp dari seorang teman yang sudah hampir sebulan ini selalu menemani saya mengunjungi dan berkenalan dengan anggota komunitas “Cowok Brondong Mataram”. Komunitas ini dibuat untuk berkenalan sesama gay yang ada di kota Mataram, itu pengakuan admin grup facebook ini. *** Dia adalah orang yang pertama kali saya temui. Sekaligus membuka jalan bagi saya untuk mengenal lebih dalam komunitasnya. Sebelum ngobrol ia menceramahi kami tentang perbedaan gay dan banci. Menurutnya, menjadi gay adalah wajar saja. Lelaki yang orientasi seksnya mengalami penyimpangan (jiwa), s...