Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Politik

PROFIL SINGKAT TUAN GURU BAJANG | DR KH MUHAMMAD ZAINUL MAJDI, MA

Tuan Guru Bajang, KH Muhammad Zainul Majdi adalah tokoh muda yang sedang digadang-gadang sebagai Presiden Republik Indonesia 2019 ini. Bahkan Ustad Abdul Somad (UAS) secara terang-terangan mendukung TGB M Zainul Majdi yang juga seniornya di Universitas Al-Azhar, Mesir itu sebagai calon presiden. Ia tidak menyebut calon lain seperti Jokowi maupun Prabowo yang menurut hasil survey beberapa lembaga menempati posisi puncak. Di berbagai kesempatan mengisi tausyiah, Ustad Somad selalu “mempromosikan” dukungannya terhadap Gubernur NTB itu untuk maju dalam kentestasi Pilpres 2019. Menurut UAS, TGB adalah sosok mumpuni dalam memimpin bangsa Indonesia kedepan melihat dari rekam jejaknya dalam membangun NTB. "Kita mengenal orang ini sebagai Tuan Guru Bajang, doktor tafsir hadis dari Al Azhar Mesir, sekarang ketua Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia. Hapal Alquran, 30 juz di kepala, ulama ahlus sunnah wal jamaah. Insya Allah jadi calon wakil presiden," ujar UAS dalam rekaman ...

Checks and Balances Antar Lembaga Pemerintah

Indonesia menganut sistem pemerintahan yang demokratis. Kekuasaan tidak berada dan dijalankan oleh satu lembaga saja, tapi dilaksanakan oleh beberapa lembaga. Tujuannya agar penyelenggaraan kekuasaan tidak terpusat pada satu tangan saja yang bisa mengakibatkan pemerintahan yang otoriter dan terhambatnya peran serta rakyat dalam menentukan keputusan-keputusan politik. Secara normatif antara lembaga-lembaga negara tersebut harus tercipta mekanisme check and balances. Institusi-institusi tersebut harus bekerja sama, sinergi dalam menjalankan pemerintahan. Walaupun ketiga lembaga tersebut mempunyai wilayah kekuasaan dan kewenagan masing-masing yang berbeda, saling mengawasi dan mengontrol serta mengimbangi kekuasaan atau menghindari dominasi baik itu dari eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Namun dari itu semua penulis menemukan beberapa mekanisme check and balances yang sebenarnya telah digunakan oleh ketiga lembaga tersebut. Untuk mencegah jangan sampai suatu parlemen mempunya...

Kematian Rohith Vemala, Dalit, dan Stratifikasi Sosial India

‘Bagi beberapa orang hidup itu adalah kutukan. Kelahiran saya adalah petaka yang paling kejam.’ _isi surat bunuh diri Rohit Vemula_ indialivetoday.com Rohit Vemula, mahasiswa Hyderabad Central University dari kasta terendah di India.   Rohith yang sedang mengejar gelar PhD di kampus yang terletak di India Selatan ini melakukan aksi bunuh diri. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kampus yang yang memecatnya. Ia adalah salah satu dari lima mahasiswa yang di skors kampusnya. Mereka dituding melakukan penyerangan mahasiswa lain anggota Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad (ABVP), salah satu organisasi mahasiswa underbow dari partai yang berkuasa Bharatiya Janata Party. Peristiwa ini menjadi sorotan publik. Para mahasiswa dan anggota komunitas Dalit dari seluruh negeri turun ke jalan menuntut pertanggungjawaban. Setelah protes meluas, pemerintah kemudian memerintahkan penyelidikan atas masalah ini. Tapi BJP menegaskan kalau kasus ini seharusnya t...