Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Jangan Bertanya Kapan Nikah !!!

Pertanyaan  bodoh yang sebenarnya basa-basi atau cuma retorika yang sebenarnya nggak penting juga jawabannya buat yang bertanya. "Kapan Nikah" Kapan Nyusul" dan bla bla bla.... Setelah itu akan muncul kapan punya anak, kapan ganti mobil kapan ini kapan ituu.... Awalnya saya hanya menganggap itu biasa saja. Ahh cuma basa-basi... Mungkin si penanya maksudnya baik, tapi pernah nggak sih kalian mikir... perasaan orang yang ditanyain? Emang kalian tau hatinya sedang kecewa karena baru saja ditinggal menikah oleh pacarnya? Atau sedang badmood karena lamarannya ditolak calon mertua? Atau juga sedang mengejar sesuatu yang ia impikan? Kebayang gak?? Sakitnya kemana-mana....Yang parah lagi....  Pertanyaan ini muncul tidak hanya di ruangan resepsi.  . Kalian nggak sadar atau pura-pura begok saja. Kami yang diintimidasi dengan pertanyaan kapan nikah? Sudah cukup nyesek menghadiri undangan pernikahan apalagi ketemu mantan udah gendong anak. Siapa sih yang gak pengen nikah? Jangan

Membaca Intensif dan Ekstensif

DISKUSI 3 Sesudah anda memahami modul 4, Anda diskusikan dengan teman-teman Anda soal-soal di bawah ini: Berdasarkan pengertian membaca yang bertumpu kemampuan melek wacana, membaca dapat diklasifikasikan menjadi dua, yakni membaca intensif dan ekstensif. Coba Anda jelaskan kedua jenis membaca tersebut! Karya ilmiah memiliki beberapa prindip-prinsip ilmiah antara lain obyektif dan emperis. Coba Anda jelaskan kedua prisip tersebut!           Selamat mengerjakan Membaca Ekstensif Membaca ekstensif merupakan membaca yang dilakukan secara luas. Diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam hal memiliki baik jenis maupun lingkup bahan-bahan bacaan yang dibacanya. Meliputi tiga jenis yaitu: 1. Membaca Survey Membaca survey adalah sejenis kegiatan membaca dengan tujuan untuk mengetahui gambaran umum ikhwal isi serta ruang lingkup dari bahan bacaan yang hendak dibaca. Oleh karena itu, dalam perakteknya pembaca hanya sekedar melihat atau menelaah bagian bacaan yang dianggap pen

Multikulturalisme dan Kesederajatan

Oleh: Tika Ramadhini, Dosen ISBD Multikulturalisme adalah sebuah konsep yang penting pada perkembangan masyarakat Indonesia setelah masa kolonial. Kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia terdiri dari beragam budaya yang harus hidup berdampingan dalam satu kesatuan unit politik, yaitu negara. Untuk memahami multikulturalisme kita perlu memahami perbedaannya dengan konsep pluralisme, karena dalam sehari-hari konsep multikultur dan plural digunakan secara tumpang tindih. Multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan, yang mencakup perbedaan-perbedaan individual dan perbedaan secara budaya. Multikulturalisme menjadi acuan keyakinan untuk terwujudnya pluralisme budaya, dan terutama memperjuangkan kesamaan hak dari berbagai golongan minoritas baik secara hukum maupun secara sosial. Dalam pelaksanaannya maka multikulturalisme tidak dapat dipisahkan dengan negara, oleh karena itu berbagai cara dan model diperkenalkan oleh para ahli

Partisipasi Politik dan Bentuk-Bentuknya

Pengertian partisipasi politik adalah kegiatan warganegara yang bertujuan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan politik.[1] Partisipasi politik dilakukan orang dalam posisinya sebagai warganegara, bukan politikus ataupun pegawai negeri dan sifat partisipasi politik ini adalah sukarela, bukan dimobilisasi oleh negara ataupun partai yang berkuasa.[2] Definisi partisipasi politik yang cukup senada disampaikan oleh Silvia Bolgherini. Menurut Bolgherini, partisipasi politik "  ... a series of activities related to political life, aimed at influencing public decisions in a more or less direct way—legal, conventional, pacific, or contentious. [3] Bagi Bolgherini, partisipasi politik adalah segala aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan politik, yang ditujukan untuk memengaruhi pengambilan keputusan baik secara langsung maupun tidak langsung -- dengan cara legal, konvensional, damai, ataupun memaksa. Studi klasik mengenai partisipasi politik diadakan oleh Samuel P. Huntington